0


Harga Mobil - Produsen mobil ternama asal Jepang, Toyota akan meluncurkan mobil dengan bahan bakar hidrogen pada tahun 2015 mendatang. Dikutip dari TheVerge, menurut pihak Toyota, pembuatan mobil dengan bahan bakar hidrogen ini dilakukan karena mobil dengan tenaga listrik sebagai alternatif bahan bakar masih belum bisa digunakan dengan maksimal.

Mengingat kendaraan dengan tenaga listrik belum bisa menjangkau jarak yang cukup jauh untuk dikendarai. Ditambah pengisian daya mobil listrik yang dianggap menghabiskan banyak waktu. Harga motor Toyota mengatakan tenaga yang dihasilkan dari mobil bertenaga hidrogen ini memang tidak akan sekuat mobil umumnya. Namun Toyota mengklaim bahwa dalam satu kali pengisian, mobil ini akan dapat menempuh jarak hingga lebih dari 300 mil atau sekitar 482 kilometer.

Menurut pihak Toyota, Informasi Harga mobil jenis sedan dengan nama Mirai ini akan dijual dengan harga berkisar US$ 57.500 atau sekitar Rp 695 juta. Jumlah stasiun pengisian bahan bakar hidrogen hingga saat ini memang tidak lebih banyak dari stasiun pengisian bahan bakar listrik. Namun Toyota menjamin pada akhir 2015 nanti akan ada 20 titik pengisian hidrogen yang dapat digunakan dan 2016 mendatang 28 stasiun lainnya akan dapat digunakan.

Untuk sementara mobil ini akan tersedia di wilayah California, Amerika Serikat dan stasiun pengisian bahan bakarnya baru tersedia di beberapa wilayah yaitu New York, New Jersey, Massachusetts, Connecticut dan Rhode Island. Toyota mengklaim bahwa mobil ini akan sangat menekan pengeluaran emisi kendaraan. Karena mobil ini hanya akan memancarkan uap air saat digunakan. http://www.baktikita.com/

Dikirim pada 22 November 2014 di Otomotif


Beragam modus kejahatan pencurian dan penimbunan bahan bakar minyak dilakukan warga untuk mengeruk keuntungan di tengah rencana kenaikan harga BBM. Modifikasi Mobil Kijang Di Polewali Mandar, sebuah mobil Toyota Kijang tua dimodifikasi pemiliknya hingga tangki BBM-nya mampu menampung 500 liter bensin. Mobil ini lalu bolak-balik ke SPBU "mencuri" BBM bersubsidi.

Tujuannya mudah ditebak. Bensin yang telah ditimbun dijual kepada pihak lain dengan harga yang lebih tinggi. Namun, aksi si pemilik mobil tua ini akhirnya diendus petugas Kepolisian Resor Polewali Mandar, Gambar Mobil Kijang dan pemiliknya pun dibekuk, Selasa (18/6/2013) siang. Musa ditangkap saat mengambil BBM di salah satu depo Pertamina di kawasan Campalagian. Modifikasi Kijang

Saat ditangkap, Musa (29), pemilik mobil modifikasi asal Dusun Katumbangan, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar, ini mengaku tergoda untuk menampung ribuan liter BBM, untuk dijual pada saat pemerintah sudah menetapkan kenaikan harga secara resmi.

Bayangkan, jika mobil modifikasi ini lima kali bolak-balik masuk SPBU dalam sehari. Itu artinya, pemilik mobil ini mampu "mencuri" 5.000 liter BBM, atau setara dengan satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter.

Petugas menduga, modus kejahatan serupa dilakukan banyak penimbun lain untuk mengeruk untung yang menggiurkan. Anehnya, meski para penimbun BBM ini tak jelas izin usahnya, tetapi mereka dengan mudah bisa mendapatkan ribuan liter BBM secara ilegal di SPBU.

Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar, AKP Mihardi, menyatakan, operasi diam yang digencarkan petugas Polres Polewali Mandar selama beberpa hari terakhir telah menjaring sederet pelaku penimbunan dan penyelundupan BBM.

Sejumlah pelaku yang kini ditangani petugas tertangkap tangan sedang berupaya menimbun dan mengangkut BBM secara ilegal. Mereka bakal diganjar dengan ketentuan Undang-Undang Migas Pasal 53 tentang Perizinan dan Pasal 55 tentang Penyalahgunaan Tata Niaga Angkutan Migas.

Dikirim pada 22 November 2014 di Otomotif


Datsun GO Panca akhirnya diluncurkan juga di Indonesia tanpa embel-embel plus plus. Selama ini kita mengenal Datsun GO Panca sebagai LCGC yang lebih panjang dibandingkan Modifikasi Toyota Agya dengan kompetitor sehingga sulit untuk membandingkannya karena mobil ini memiliki konfigurasi kursi 5 + 2 penumpang yang sangat cerdas.

Well, karena Datsun GO Panca ini memiliki bodi yang sama seperti LCGC lainnya, tidak ada salahnya untuk membandingkan mobil ini dengan kompetitor seperti Toyota Agya. Gambar Toyota Agya Mari kita membandingkan mobil murah Datsun yang dibanderol dengan harga Rp. 99.900.000 untuk Datsun GO Panca T Active dengan Toyota Agya G MT yang dibanderol dengan harga 110 juta Rupiah. Toyota Agya

Meniliki Desain Toyota Agya sebenarnya sudah sangat membosankan, citranya sebagai mobil murah sangat melekat di mobil ini. Memang desainnya proporsional dan tidak jelek, namun jika dilihat kembali terlihat kurang greget jika dibandingkan dengan Datsun GO Panca atau Honda Brio Satya. Toyota Agya juga baru-baru ini mendapatkan minor change yang tidak begitu terlihat karena hanya menambahkan wiper belakang, pilihan warna tambahan dan kursi belakang baru yang lebih nyaman.

Secara eksterior Datsun GO Panca terlihat lebih menarik karena memiliki garis-garis bodi yang lebih tebal dan lekukan yang lebih berani serta aksesoris yang membuatnya tampil lebih sporty dibandingkan Toyota Agya TRD Sportivo sekalipun. Penambahan body kit, side moulding dan rear spoiler membuatnya tampak lebih sporty dan dinamis. Namun itu semua berubah ketika kita melihat velg Datsun Go Panca T Active yang sangat kecil dan masih menggunakan velg kaleng.

Penggunaan velg kaleng berukuran kecil ini menghasilkan gap yang sangat besar antara roda dengan bodi mobil, jika kita tidak segera menggantinya maka mobil akan terlihat sangat cingkrang dan tidak sedap dipandang meskipun sudah menggunakan body kit yang sangat sporty. Berbeda dengan Toyota Agya, meskipun ia memiliki velg berukuran sedikit lebih besar dengan ukuran 14 inchi, penggunaan velg alloy wheel membuatnya tampil lebih sporty serta gap antara ban dan bodi lebih proporsional. Secara dimesni Datsun GO Panca Active lebih besar dengan panjang 3.785 mm dan lebar 1.635 mm. Toyota Agya lebih kompak dengan panjang 3.600 mm dan lebar 1.600 mm. Meskipun begitu Toyota Agya lebih tinggi 35 mm. Kedua mobil ini memiliki wheelbase yang sama di angka 2.450 mm.

Datsun GO Panca hadir dengan harga yang sangat terjangkau namun juga memiliki fitur yang sangat minim, Datsun mencoba menghadirkan presepsi untuk memaklumi sebuah mobil murah namun menggantinya dengan tampilan yang sangat sporty, cantik dan dinamis. Padahal jika kita melihat kelengkapan yang ditawarkan mobil ini dan posisi mengemudinya yang kurang baik, sebenarnya dengan menambahkan 10 juta Rupiah tidak ada salahnya untuk mengambil Toyota Agya yang lebih kaya fitur dan lebih lega dari sisi interior. Hanya saja dari segi performa, Toyota Agya terasa kurang menjanjikan jika dibandingkan dengan Datsun GO Panca. Masuk ke dalam interior Datsun GO Panca, kita akan menemukan interior yang sangat sederhana namun di desain dengan cerdas karena memiliki lekukan-lekukan unik yang membuatnya tampil mewah. Penggunaan warna cerah juga berhasil menutupi kualitas bahan yang digunakan.

Karena dashboard Toyota Agya memiliki warna gelap dan sedikit lekukan, kami merasa mobil ini terlihat murahan, padahal dari segi kualitas tidak ada bedanya dibandingkan dengan Datsun GO Panca. Untungnya Toyota Agya sudah dilengkapi dengan head unit indash yang terlihat futursitik dan mewah, begitupulan dengan desain speedometernya yang memiliki tachometer, tentunya membuat mobil ini selangkah lebih maju dibandingkan dengan Datsun GO Panca. Salah satu hal yang menarik, meskipun Datsun GO Panca memiliki eksterior lebih besar, ketika masuk ke dalam interior justru sebaliknya. Interior Toyota Agya justru terasa lebih lega dibandingkan dengan Datsun GO Panca. Bahkan ketika kita membuka bagasi, tidak perlu dipungkiri bahwa Toyota Agya memiliki bagasi paling luas dikelasnya.

Duduk di bangku kemudi Datsun GO Panca, kita akan menemukan posisi mengemudi yang kurang baik karena setir yang terlalu tinggi, posisi tuas perseneling yang terlalu tinggi serta rem tangan model tarik. Masuk ke dalam Toyota Agya sebenarnya juga kurang nyaman, namun jauh lebih menyenangkan dibandingkan dengan Datsun GO Panca karena posisi tuas kemudi, tuas transmisi dan rem tangan terasa jauh lebih manusiawi. Catatan penting bagi Datsun GO Panca, mobil ini memiliki posisi mengemudi yang nyaman hanya untuk orang yang memiliki tinggi badan lebih dari 178 cm, karena mobil ini diperuntukan untuk pasar India pada awalnya.

Duduk di bangku belakang Toyota Agya juga terasa lebih nyaman karena sudah menggunakan head rest yang bisa ditinggikan dan model seatbelt yang bisa menarik kembali jika tidak digunakan. Di Datsun GO Panca kita akan menemukan headrest yang tidak bisa dibilang sebagai sandaran kepala karena terlalu rendah dan model seatbelt yang harus diatur secara manual dan tidak rapih karena tali seatbelt akan berserakan dimana-mana.

Di sisi performa tentu saja Toyota Agya akan mengalami kekalahan telak disini. Karena Datsun GO Panca memiliki mesi 1.200 cc yang memiliki tenaga 69 PS, sedangkan Toyota Agya dengan mesin 1.000 cc 3 silindernya hanya memiliki tenaga 65 PS saja. Kedua mobil ini telah dilengkapi dengan teknologi bahan bakar injeksi namun tanpa teknologi pengaturan katup variabel. Kelebihan lain Datsun GO Panca juga ada pada EPS dengan teknologi speed sensing sensitive yang akan mengurangi daya bantu ketika mobil di kecepatan tinggi agar setir tidak terlalu ringan, sedangkan Agya hanya dibekali dengan EPS standar. Terakhir, Datsun GO Panca juga memiliki electronic accelerator pedal atau yang kita kenal dengan Drive by Wire.

Diatas kertas, tentu saja Datsun GO selangkah lebih maju dibandingkan dengan Toyota Agya. Namun jangan terlalu berhrap banyak dengan kedua mobil ini, karena teknologi mesin 3 silindernya masih konvensional, sehingga getaran mesin dan suaranya akan terasa mengganggu.

Bicara tentang fitur, dengan perbedaan harga 10 juta Rupiah sebenarnya Toyota Agya terasa jauh lebih value for money dibandingkan dengan Datsun GO Panca. Seperti contohnya pada fitur-fitur eksterior, kita akan menemukan velg alloy wheel, fog lamp, serta wiper belakang (di varian minor change). Sedangkan Datsun GO Panca hanya dilengkapi dengan aero kit, velg kaleng tanpa fog lamp dan wiper belakang. Masuk ke dalam interior Toyota Agya memiliki fitur yang lebih unggul, lihat saja ketika kita masuk ke dalam Toyota Agya, kita akan disambut oleh 2 buah airbags, head unit double din, speedometer dengan tachometer dan layar digital, electric mirror dan 4 buah power window yang pengaturannya dapat diatur secara keseluruhan oleh pengemudi.

Pada Datsun GO Panca sebaliknya, mobil ini sangat miskin fitur, kita tidak akan menemukan tachometer analog karena sudah bersatu dengan layar digital yang sangat kecil, electric mirror tidak tersedia, seat belt belakang fix yang mengganggu, 2 buah power window saja dan kaca penumpang tidak bisa diatur oleh pengemudi, tidak adanya airbags di mobil ini. Beberapa dari kita mungkin akan mengatakan bahwa kita harus memakluminya karena ini adalah mobil murah, namun dengan perbedaan 10 juta Rupiah dengan Agya tipe G, sebenarnya Datsun GO Panca nggak semurah yang kita bayangkan dengan pengurangan fitur yang dilakukan. Coba anda modifikasi Datsun GO Panca menjadi selengkap Agya, pasti akan habis lebih dari 10 juta Rupiah.

Dikirim pada 22 November 2014 di Berita


PT Nissan Motor Indonesia (NMI) memperkenalkan anggota keluarganya yang baru; Grand Livina Highway Star Autech (HSA) yang tampil mewah. Tipe ini merupakan varian Grand Livina paling premium, yang menjadi top of the line di Indonesia. Modifikasi Nissan Grand Livina Autotech merupakan perusahaan konversi Nissan yang memberikan solusi inovatif yang meningkatkan nilai superior yang terukur pada kendaraan Nissan.

Menurut siaran pers yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Jumat (27/6), Grand Livina HSA, yang dipasarkan dengan harga Rp 242.400.000 (on the road/Jakarta) ini merupakan pendatang terbaru di keluarga Grand Livina yang diperkirakan bakal memperkuat kehadiran NMI di segmen MPV (multi-purpose van). Gambar Nissan Grand Livina Saat diluncurkan pada 2007, Grand Livina mendapatkan pengakuan sebagai MPV medium 7 penumpang yang memelopori terbentuknya segmen tersebut di pasar otomotif Indonesia. Nissan Grand Livina

Selain itu, kehadiran Grand Livina ini telah menciptakan segmen baru bagi pelanggan otomotif yang sebelumnya tidak pernah melihat kehadiran sebuah MPV penuh fungsionalitas dengan tampilan elegan dan interior yang mewah, dengan kenyamanan sebuah mobil sedan.

Sejak diluncurkan, Grand Livina berhasil mencetak kisah sukses lewat 20 penghargaan dari media dan institusi ternama yang diterimanya. Bahkan, Grand Livina masuk menjadi 10 kendaraan pilihan pelanggan di seluruh Indonesia. NMI melaporkan bahwa penjualan total Grand Livina mencapai 165.0000 unit, dan terus bertambah. "Brand Nissan memiliki reputasi sebagai brand yang menghadirkan rangkaian MPV yang kompetitif untuk menjawab beragam kebutuhan pelanggan. Grand Livina adalah backbone (tulang punggung, Red.) bagi NMI yang terus bertumbuh secara pesat, meski kondisi persaingan di segmen MPV semakin ketat," kata Yoshiya Horigome, Vice President Director NMI, saat peluncuran Grand Livina HSA, belum lama ini.

Menurut Yoshiya, Nissan selalu memprioritaskan customer experience. Untuk itu, pihaknya memperkenalkan Grand Livina HSA sebagai model top of the line dari varian lengkap Grand Livina, untuk memperkuat komitmen menambah nilai kepuasan pelanggan dalam pengalaman memiliki mobil Nissan. Design by Autech berarti banyak upaya ekstra dan mendetail saat mengembangkan perubahan desain atas masukan dari para pelanggan. Sentuhan desain Autech telah diterapkan pada Navara (2012), X-Trail Urban Selection (2012), dan Serena Highway Star (2013).

Disebutkan pula bahwa "sentuhan magis" Autech pada Nissan New Grand Livina HSA kali ini menghasilkan tampilan yang stylish, yang dipermanis dengan lekukan-lekukan yang ramping.

"Hadirnya Nissan Grand Livina HSA memperkokoh posisi kami di segmen kelas 7 penumpang medium MPV. Mobil ini menawarkan semua yang anda butuhkan: fungsionalitas dalam kenyamanan MPV rasa sedan dan tampilan yang stylish. Kami yakin sukses Grand Livina akan terus berlanjut setelah momen peluncuran hari ini," ujar Budi Mukmin, General Manager Marketing Strategy and Communication Division NMI, seraya menambahkan, "Ketika pelanggan hadir untuk mencoba pengalaman mengendarai Grand Livina, mereka akan menemukan apresiasi terhadap poin-poin yang ditawarkan oleh Grand Livina."

Budi juga mengatakan, melihat antusiasme terhadap Grand Livina pada tahun lalu, pihaknya membuat laman Facebook page untuk Grand Livina, demi memfasilitasi diskusi interaktif antar-pemilik Grand Livina dari seluruh Indonesia. Hingga saat ini dilaporkan bahwa komunitas online tersebut telah mencapai lebih dari 18.000 anggota, sedangkan jumlah anggota komunitas Nissan Livina Club mencapai kurang lebih 2.700 anggota. Antusisme para owners ini mencerminkan spirit Innovation That Excites dari Nissan.

Nissan Grand Livina HSA tersedia dalam pilihan otomatik (A/T - automatic transmission) saja, dan hadir dengan enam pilihan warna, yakni dark red metallic, dark blue metallic, grey metallic, diamond silver metallic, solid white, dan solid black. Eksterior Nissan Grand Livina HSA dirancang untuk menghadirkan kesan dinamis dan elegan yang didambakan setiap keluarga. Eksterior bagian depan tampil maskulin namun halus, dengan perubahan pada grill radiator yang unik dengan bar lurus yang berkesan moderen. Ditambah pula aksen metal di bumper depan dan bumper moulding. Sedangkan pada tampilan samping tampak lebih sleek, dengan tambahan side & aero kit yang baru.

Interior Untuk memanjakan pengendara dan menimbulkan kesan kemewahan, Autech menerapkan aksen wood gain di bagian C-Cluster dan sekeliling power window. Jok berlapis kulit lembut dengan contrast stitching, menghadirkan kenyamanan bagi pengendara dengan penuh gaya. Selain itu, steering wheel juga dibungkus dengan kulit lembut, dilengkapi dengan switch panel untuk memudahkan pengemudi mengganti saluran radio atau mengubah volume audio system, tanpa membahayakan keselamatan pengendara selagi mengemudi.

Dikirim pada 22 November 2014 di Otomotif
Awal « 1 2 3 4 » Akhir
Profile

Sabar, Rajin dan Pantang Menyerah More About me

Page
Tag
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 216.981 kali


connect with ABATASA